The Sad Week

Diposting oleh TiT!< TeranG™ | Minggu, Mei 04, 2008 | 1 komentar »

Cerita ini bermula dari virus flu yang menyebar di rumah ku. Pada minggu sebelumnya, Bunda terserang virus ini. Awalnya sih biasa, bersin - bersin dan hidung rasanya buntu. Trus berlanjut ke hari berikutnya, ketika Bunda terserang demam yang sangat tinggi. Badannya menggigil tak karuan, panasnya tinggi sekali. Bisa dihitung rasanya bersin - bersinnya, klo di bandingkan, 1 menit bisa 3 - 4 kali bersin deh. Bunda sudah minum obat yang memang meredakan penyakit bersin - bersin, hidung tersumbat, dan demam. Pada hari brikutnya, demam dan bersin - bersin yang diderita Bunda mulai reda, namun efek sampingnya adalah kepala menjadi pusing. Setelah saya tanya, pusing nya ga kauan katanya, semua kepalanya serasa ditekan sama palu, he3x. Hal ini terus berlanjut pada hari berikutnya, namun mulai reda, dan berlanjut selama lebih kurang seminggu, akhirnya Bunda sudah memasuki tahap pemulihan dari sakitnya.

Namun cerita belum selesai, korban selanjutnya adalah Sandi, ia adalah adikku yang paling kecil. Saya tidak tahu pasti kejadiannya, karena pada waktu itu saya kembali ke kos - kos ku. Tapi, namanya ia anak kecil, sakit ga sakit, tetap aja lucu, dan orang dewasa pun pasti ingin menggendongnya. Nah, hal itu terjadi pada ku, sabtu minggu saya pulang ke rumah, dan bersenda gurau bersamanya, saya memang tidak peduli pada penyakit flu yang dideritanya. Terlihat sekali bahwa ia sering bersin - bersin, dan hidunya mengeluarkan ingus terus menerus, namun saya sih tetap cuek.

Dan akhirnya...
Virus itu terbang menghampiri saya..

Awalnya pada minggu malam, sewaktu saya tidur, saya sudah tidak lagi nyaman, karena semalaman saya bersin - bersin selama tidur. Otomatis saya bangun pagi - pagi sekali. Bunda sudah tau bahwa saya terserang virus flu ini, dan ia menyarankan saya minum obta. Tapi dasar saya yang rada bandel dan males minum obta, saya tidak mengiktu apa yang dikatakan Bunda. Setelah bersiap - siap, saya pun berangkat kuliah. Setibanya di kuliah, saya merasa badan ini tidak enak, hidung pun terus gatel dan mengaluarkan ingus, saya pun berkali - kali bersin - bersin. Ketika perkuliahan dimulai, saya tidak bisa mengikutu dengan baik perkuliahan itu, karena virus tersebut sudah menjala ke bagian kepala saya, kepala saya terasa dipukul - pukul palu, dan saya teringat Bunda dahulu. Setelah perkuliahan selesai, saya langsung menuju tempat dimana teman - teman berkumpul. Namun mulai jam 11, saya sudah tidak karuan, kepala pusing, bersin - bersin, badan demam, pokoknya badan ini rasanya tidak enak. Saya pun meminta salah satu teman saya untuk mengantarkan saya ke kos - kosan untuk meminum obat dan beristirahat sejenak menunggu jam 12, karena masih ada perkuliahan.

Jam 12 pun tiba, saya terbangun dan langsung bergegas berangkat untuk kuliah. Dan lagi - lagi pada kuliah ini saya tidak bisa mengikuti, mata saya rasanya berat sekali untu dibuka, serasa ada beban yang besar menggantung. Hal ini saya tahanka selama 1 jam lebih, tau sendiri rasanya. Lagipula, di kelas ini udara nya sangat dingin, ga tau mungkin AC nya terlalu di set dingin, padahal saya sudah menggunakan jaket. Setelah perkuliahan selesai, saya pun meminta teman saya mengantarkan saya pulang ke kos - kos an. Setibanya di kos - kos an saya langsung jatuh di temap tidur saya, saya masih menggunakan jaket dan kaos kaki. Saya tertidur hingga jam 4 sore. Setelah terbangun, sakit saya makin parah, rasanya menggigil, suhu bandan saya tak tahu lagi sudah menjadi berapa. Rasanya badan ini panas sekali. Tak lupa, kepala juga rasanya mau pecah. Duh, pokoknya sakit banget deh. Badan saya rasanya tidak bisa digerakkan. Saya pun melepas celana jeans, jaket, dan kaos kaki saya. Setalah itu, saya kembali terlelap dalam tidur.

Sekitar jam 8 an saya terbangun, tetapi tetap saja saya belum bisa bergerak, saya meminta salah satu teman kos saya untuk membelikan makan. Setalah makanan datang, saya mencoba untu memakannya, namun mulut ini rasanya pahit sekali. Saya pun makan sebisa saya, lalu setelah itu saya minum obat lagi dan tidur kembali.

Keesekannya saya terbangun tepat jam 6 pagi, tapi lagi - lagi badan dan kepala saya tidak bisa digerakkan. Kepala terasa berat sekali, badan menggigil dansakit dimana - mana. Terpaksa pada saat itu saya ijin untuk tidak kuliah. Hari itu juga saya tidak mengikuti dua asistensi. Sekitar jam 1 an, saya memaksakan diri untuk bangun, memakai baju, dan bersiap - siap untuk pulang ke rumah, karena saya tahu bahwa kalo saja saya di rumah, pasti Bunda akan mengurus saya, tidak seperti di kos, tidak ada yang mengurus saya. Setelah bersiap - siap, saya pun berangkat menuju rumah. Saya mengendarai motor dengan pelan dan sangat hati - hati. Kepala saya masih terasa berat untuk diberdirikan, namun saya memaksa. Sekitar jam 2 saya tiba di rumah dan langsung lapor ke Bunda dan menuju kamar tidur dan tidak pikir panjang lagi saya langsung terlelap. Sekitar jam 3 an saya terbangun, saya diberi obat dan makanana, walaupun mulut terasa pahit, saya tetap mencoba untuk makan. Keesokan harinya saya masih belum bisa kulia, badan saya sudah mulai membaik, namun kepala saya tetap saja terasa sakit dan berat untuk digerakkan. Maka satu hari penuh saya istirahat di rumah. Keesokan harinya badan dan kepala mulai membaik. Dan akhirnya keesokannya saya bisa masuk kuliah, walaupun saya masih dalam tahap pemulihan.

Setelah dihitung - hitung, saya sakit mencapai 4 hari lebih. Lama juga...

Pengalaman yang dapat diambil :
Janganlah mendekati orang yang sedang terkena flu berat, siapapun ia, jagalah jarak dengannya, karena bisa jadi anda menjadi seperti saya
Kalo sakit, cepat - cepatlah pulang ke rumah, karena rumah adalah tempat pemulihan yang sangat cepat
Cepatlah menghubungi orang tua kalau anda sakit, jangan terlalu pede bisa mengatasi sendiri, karena jikalau anda melihat saya, maka anda akan dapat lebih bersyukur

1 komentar

  1. Anonim // Mei 06, 2008 7:59 PM  

    Fan, bikin blog yang siip ya... Ntar biar kagak kalah sama yang jadi peserta... ^_^