Usai sudah dua hari perhelatan KRI/KRCI di Graha ITS Surabaya. Akhirnya, juara KRI pun tercipta, tim Jump-Be dari PENS-ITS berhasil meraih tempat pertama, disusul oleh tim Khil-G dari Universitas Brawijaya ditempat kedua, dan tim Koumori dari ITS di tempat ketiga. Ketiga tim ini yang nantinya akan mewakili regional IV untuk bertanding di Jakarta, 14 Juni nanti.Sedangkan dari KRCI, untuk divisi beroda dimenangkan oleh Tensai dari PENS sebagai juara pertama, Robotax dari STMIK Dipanegara Makassar sebagai juara kedua, Meteorz dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, juara ketiga. Divisi berkaki diperoleh pemenang tunggal BlueDuck-TEUS dari Universitas Surabaya. Untuk divisi expert dimenangkan tim Gho_Zie dari PENS ITS sebagai juara pertama, disusul kemudian Star_Fa dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya sebagai juara kedua kemudian Tim TnT dari ITS sebagai pemenang ketiga. Untuk divisi expert swarm dimenangkan oleh AhZa dari PENS ITS juara pertama dan Black_Ant _TEUS dari Universitas Surabaya. Selain itu juga, BlueDuck-TEUS dari Universitas Surabaya memperoleh penghargaan sebagai pemenang dengan kategori desain terbaik dan algoritma terbaik.
Dua hari perhelatan KRI/KRCI regional IV, sangatlah ramai. Suporter dari berbagai kota meramaikan Graha ITS dengan yel - yel mereka. Nyanyian dan teriakan dari berbagai tribun mengguncang Graha ITS. Apalagi ketika tim mereka bermain di lapangan. Hiru pikuk teriakan pun tak terelakkan, ketika salah satu tim meraih Govinda, gemuruh pun menggema di Graha ITS.
Yang disoroti dari supporter kali ini adalah supporter dari Arema dan supporter dari ITS. Kedua supporter ini saling beradu yel, beradu nyanyian, beradu teriakan. Saling menjatuhkan dengan nyanyian masing - masing. Lucu sekali mendengarnya, namun kedua supporter ini tetap sportif, tanpa ada gontok - gontokkan. Sungguh suasana yang tak kalah seru ketika supporter Indonesia mendukung tim Thomas dan Uber berlaga di Istora Senayan Jakarta.
Masing - masing supporter salin adu kreatif juga, lihat saja ketika supporter ITS membawa bendera Elektro ITS yang berukuran jumbo, galon aqua untuk dipukul, serta TOA untuk meneriakkan yel - yel. Supporter Arema pun tak mau kalah, mereka membawa serta TOA, galon aqua, namun ada sedikit perbedaan ketika supporter Arema menciptakan hujan kertas - kertas kecil ketika meneriakkan yel - yel mereka.
Open talk kali ini memang ditujukan kepada angkatan 2006, atau e46, karena semester depan mereka akan mengambil bidang studi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa angkatan 2007 atau e47 untuk ikut, ya bisa dibilang nambah - nambah ilmu lah. Pada open talk kali ini terasa rame, hampir 3/4 Theater C terisi. Pengisi open talknya sendiri adalah dosen - dosen yang memang pakar dalam bidangnya.
Hal pertama yang dilakukan adalah persentasi dari para dosen tentang seluk beluk bidang studinya masing - masing. Persenetasi pertama oleh bidang studi telekomunikasi multimedia. Dari namanya sudah kelihatan, bahwa di sini kita akan mempelajari tentang telekomunikasi dan telekomunikasi berbasis multimedia. Untuk telekomunikasi sendiri memang dari tahun ke tahun adalah bidang studi paling banyak peminatnya. Ini dikarenaka bidang studi ini yang selalu dinamis dalam ilmu pengetahuannya dan juga prospek kerja di masa mendatang sangat besar. Mengutip dari pernyataan pak Gamantyo, seorang dosen yang memang berkharisma tinggi dan mempunyai ilmu yang sangat luas sekali, bahwa telekomunikasi kedepannya sangat banyak membutuhkan tenaga kerja. Pada saat sekarang saja, Indonesia sedang mengembangkan teknologi WiMax, yang mana pada langkah awalnya akan diaplikasikan di temapt - tempat yang terkena bencana, atau tempat - tempat yang infrastrukturnya sangat atau kurang sekali. Di sini, bagaimana menggunakan WiMax tersebut tanpa ada infrastruktur yang memang mendukung dari awalnya. Nah, tentu daja ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang memang ahli dalam bidang telekomunikasi. Terlepas dari pandangan jauh kedepan, untuk sekarang saja perusahaan telekomunikasi seluler sedang booming di Indonesia, tentu saja hal ini juga membutuhkan tenaga kerja yang handal dalam jumlah besar.
Persentasi kedua diisi oleh bidang studi sistem tenaga. Bidang studi ini adalah bidang studi yang membahas tentang arus dan tegangan yang sangat tinggi. Biasanya digunakan di pembangkit tenaga listrik. Bidang studi sistem tenaga ini juga salah satu bidang studi yang paling banyak peminatnya setelah telekomunikasi multimedia. Tapi jangan disangka, menurut salah satu dosen, fakta dari tahun ke tahun bahwa semua cewe kebanyakan mengambil bidang studi ini. Dan fakta tersebut memang ada benarnya setelah saya sendiri yang mengakuinya. Membahas tentang prospek kerja kedepannya tidak kalah banyak dengan bidang studi telekomunikasi multimedia. Untuk sekarang dan kedepan, pemerintah telah mencanangkan untuk menghasilkan listrik sebesar 100.000 MW. Tentu saja ini bisa direalisasikan dalam waktu singkat kalau para tenaga kerja yang handal sangat sedikit. Nah, disinilah kesempatan lulusan - lulusan bidang studi sistem tenaga untuk merealisasikannya. Dan bukan hanya itu saja, bidang studi sistem tenaga tidak hanya terkonsentrasi pada pembangkitan tenaga listrik, tetapi juga ada yang ke konversi tenaga listrik.
Persentasi ketiga diisi oleh bidang studi elektronika. Peminat bidang studi ini memanglah tidak sebanyak dua bidang studi di atas, namun sudah termasuk kategori cukup. Perbedaan peminat antara bidang studi ini dan dua bidang studi di atas, sangat kontras sekali. Ini dikarenakan paradigma mahasiswa yang mengatakan bahwa masuk ke elektronika harus mempunya modal besar, karena dalam pembelajarannya snediri adalah sering membuat alat - alat, untuk komponennya dibeli sendiri. Mungkin karena paradigma itulah kenapa bidang studi ini menempati urutan ketiga dan perbedaannya sangat kontras sekali. Namun, dosen yang menerangkan tentang seluk beluk elektronika ini menjelaskan dan ingin mengubah paradigma buruk seperti itu. Sekarang, komponen - komponen sudah ditanggung pembeliannya oleh jurusan, tidak seperti dulu yang harus memakai uang sendiri. Untuk prospek kerja bidang studi ini sangat banyak. Bidang studi ini mempunyai kehebatan, dimana ia tidak tergantung dalam satu konsentrasi, seperti telekomunikasi atau sistem tenaga. Hal ini dikarenakan bidang studi ini lebih umum. Lihat saja, hampir semua peralatan elektronik dipelajari di sini. Dalam dunia elektronika, sekarang yang sangat berkembang adalah dalam hal robotika. Kita tahu memang sekarang lagi booming sekali masalah robot. Kedepannya, bidang studi ini tidak kalah saing dengan dua bidang studi di atas, karena semua yang ada di dunia ini berawal dari satu komponen kecil yang mana itu dimiliki di bidang studi elektronika.
Persentasi keempat diisi oleh bidang studi komputer. Bidang studi ini merupakan bidang studi yang konstentrasinya tidak hanya kepada rekayasa software, namun juga mempelajari hardware. Bidang studi ini memiliki lab yang sangat dikenal seantero ITS, yaitu lab B201. Saya kurang tahu kenapa jejak historisnya sangat panjang, mungkin suatu saat saya akan menjawab pertanyaan saya sendiri. Kembali ke bidang studi ini, bidang studi komputer sekarang telah mempunyai konsentrasi ke bidang game technology. Di masa sekarang, game adalah suatu hal yang sangat umum. Siapa sih yang tidak pernah main game ? Nah, konsep inilah yang diangkat di bidang studi ini. Bisnis game yang menjanjikan di masa mendatang sangatlah menggiurkan. Kenapa saya bilang begitu ? Pada saat ini saja, hampir di setiap rumah di kota - kota besar mempunyai console game, berbasis console ataupun PC. Peluang bisnis game juga merambah di game edukasi, dimana sebuah pembelajaran yang sangat membosankan bisa dijadikan mudah dan asyik ketika itu disampaikan lewat game. Hal itulah mengapa bidang studi ini sering melakukan research tentang game technology. Prospek kerja kedepan tidak bisa diragukan lagi. Keahlian rekayasa piranti lunak sangatlah dibutuhkan di berbagai perusahaan.
Persenatasi terakhir diisi oleh bidang studi sistem pengaturan. Pada persentasi ini, dosen yang ahli dalam bidang ini menjelaskan kelebihan - kelebihan bidang studi ini, sama seperti keempat bidang studi lainnya. Jujur, saya kurang menyimak persentasi bidang studi ini, mungkin dikarenakan saya memang kurang berminat di bisang studi ini. Intinya adalah dalam bidang ini semua sistem yang ada diatur sedemikian rupa sehingga mencapai nilai yang maksimun dan menghasilkan keluaran yang maksimum pula. Kurang lebih seperti itu. Maaf kalau kurang jelas, he3x...
Sesi berikutnya adalah sesi tanya jawab. Di sesi ini sudah banyak mahasiswa yang mrotoli alias keluar - keluar. Sehingga yang tadinya Theater C terisi 3/4 penuh, sekarang mungkin hanya 1/2 penuh, itu pun ga penuh - penuh amat. Mungkin karena sudah terlalu sore. Pada sesi ini, jam saya sudah menunjukkan pukul 17.12. Terang saja mereka banyak yang keluar. Saya sendiri pun kurang memperhatikan.
Akhirnya, selesai juga penjelasan saya tentang Open Talk Bidang Studi, semoga memberi pencerahan.
Foto di atas adalah foto salah satu teman saya yang sedang tidur (atau dalam bahasa jawa "turu") di puncak Gunung Bromo. Itulah kenapa saya menyadari bahwa organisasi ini dinamakan PT (pindah turu). Organisasi ini tidak mempunyai anggota (nah lo, ga ada anggota??), karena semua orang yang mau masuk ataupun yang belum masuk adalah anggotanya, kenapa begitu ? Karena organisasi ini tidak mengedapankan, atau belum mengedepankan kemajuan organisasinya, hanya saja menginginkan semua anggotanya dapat bersenang - senang (dalam batasan tertentu tentunya) dalam tujuan dapat menghilangkan penat karena rutinitas kuliah yang ketat. Dan percaya atau tidak, para pendiri organisasi ini bukanlah orang yang memang fisiknya sudah tahan terhadap iklim ala, seperti dinginnya pegunungan atau panasnya pantai, tetapi mereka hanya bermodal mental yang kuat, tetapi untuk masalah adventurer, mereka sudah bisa dibilang TOP !!
Setelah seluruh persiapan selesai, pukul 20.30 kami berangkat. Hal pertama yang dituju adalah perhentian sementara untuk makan atau mengopi, karena perjalanan ke Gunung Bromo tidaklah sebentar, untuk mencapai Probolinggo saja dibutuhkan waktu lebih kurang 4 jam dari Surabaya, dan untuk naik ke Gunung Bromo nya dibutuhkan waktu lebih kurang 1 - 2 jam. Perhentian pertama adalah di Aloha, di sana kami makan dan ngopi sebentar. Namun ada pengalaman menarik di sini, dimana beberapa teman saya makan soto daging maduran, dan ketika mereka membayar, harganya Rp 11.000, dan mereka pun merasa tertipu. Ketika mereka menceritakannya kepada kami, kami pun tertawa, bagaimana tidak, untuk ukuran kami para mahasiswa yang ngekos atau ngelaju, Rp 11.000 tersebut bukanlah murah, bisa dibilang itu adalah jatah makanan sehari, dan juga uang kami untuk berangkat ke Gunung Bromo juga pas - pas an, ha3x.., sunggung malang nasibmu nak..!!
Pukul 21.00, sebelum berangkat kami pun berdoa terlibih dahlu supaya dalam perjalanan kami lancar - lancar saja, dan kami pun berangkat menuju tempat tujuan, di sini kenapa kami pilih berangkat malam ? Ini dikarenakan, setibanya di sana kami berharap dapat melihat sunrise di Pananjakkan sebelum nantinya kami naik ke Gunung Bromo. Perjalanan melelahkan pun kami mulai. Berjalan menyusuri kota - kota kecil, melaju di belakang dan di samping truk - truk besar, melaju dengan kecepatan rata - rata 60 km/jam, sungguh perjalanan yang menegangkan dan juga mengasikkan. Nah, kejadian lucu terjadi juga selama perjalanan ini. Perjalanan ini menggunakan empat motor, dan diikuti oleh tujuh orang. Jelas saja, ada satu motor yang ditunggangi oleh satu orang. Nah ketika terjadi macet disekitar daerah Porong, Sidoarjo, formasi kami terbubarkan, namun teman kami yang sendiri menunggangi motor ini, dengan cepat menyalip sana sini mobil - mobil dan truk - truk yang sedang berjejer rapi menunggu karena antrian panjang sekali. Nah, dengan berasumsi ia melaju terus tanpa melihat ke belakang bahwa kami masih dalam satu formasi, kami pun beranggapan ia tahu jalan, sehingga kami pun tidak mengejarnya. Perjalanan pun akirnya lenggang ketika memasuki daerah Bangil, Pasuruan. Kami pun melaju seperti biasa, namu ada firasat tidak enak di hati kami ketika formasi ini hanya diisi oleh tiga motor saja. Akhirnya kami berhenti di depan mesjid, di kota Pasuruan. Kami pun menghubungi teman kami yang terpisah tersebut, dan tahu tidak, dia rupanya nyasar !!! Kami pun di sana tertawa, yang tadinya kami asumsikan ia dengan Pe-De nya menyalip sana sini bahwa ia tahu jalan, rupanya tidak, malah ia nyasar, ha3x.. Dan akhirnya kami pun menunggu di depan mesjid kurang lebih 20 menit untuk menunggu teman kami tersebut. Tak lama menunggu, akhirnya ia datang denga tersenyum dan dengan muka datar tak bersalah, kontan saja salah satu teman kami menjitak kepalanya, Ha3x..
Perjalanan kami lanjutkan kembali, dan kini formasi pun tetap terbentuk. Tak terasa kami pun sampai di kota Probolinggo, dan mencari belokan ke arah Gunung Bromo. Belokan itu pun didapat, dan kami langusng melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan menuju Gunung Bromo ini, jalannya sudah mulai naik dan meliuk - liuk, dan juga udara sudah mulai dingin. Kami terus melanjutkan perjalanan dalam gelapnya malam, dan kami hanya diterangi oleh lampu motor. Kami pun terus melaju menempuh dinginnya malam. Setelah lama mengarungi perjalanan, kami menemukan pom bensin di daerah seperti ini, lucu juga, namun alhamdulillah. Kami pun mengisi bahan bakar dengan penuh, tidak lupa pula menguras kantung kemih yang dari tadi sudah penuh, dan ingin dibuang. Setelah semua selesai, kami pun melanjutkan perjalanan. Setelah capek menempuh perjalanan, akhirnya kami menemukan banner bertuliskan Selamat Datang di Wisata Gunung Bromo, capek itupunj hilang seketika. Di sini udara sudah mulai dingin sekali, padahal perjalanan ke atas masih dua kilpometer lagi. Kami pun menelusuri jalan menanjak dan berkelok - kelok ini. Dengan semangat, kami pun menelusurinya, dan akhirnya kami pun berhenti di kedai kopi, karena udara di sini sangat dingin sekali, serasa menusuk ke tulang. Jaket kami pun serasa tidak ada apa - apanya, udara dingin menembus jaket dan kulit hingga menyentuh tulang belulang yang ada di dalam tubuh ini. Kami pun segera memesan dan meminum kopi. Kopi ini panas sekali, namun ketika dipegang dengan tangan, serasa tidak terasa panas itu, mungkin ini dikarenakan udara yang sangat dingin.

Setelah mengahangatkan badan, kami pun beranjak dan meninggalkan tempat ini menuju ke atas lagi. Tetapi sebelumnya saya membeli sarung tangan dan tutup kepala untuk meminimalisir dingin yang masuk ke badan. Namun tetap saja, sarung tanga dan tutup kepala yang saya beli dengan merogoh kocek sebesaro Rp 10.000, belum bisa juga menghangatkan badan saya. Kami pun nekat untuk naik ke kaki Gunung Bromo. Setibanya di sana, kami pun membayar tiket masuk dan berisitirahat sejenak. Namun ketika kami mau naik, portal masih ditutup, sehingga untuk beberapa jam kedepan kami singgah, beristirahat, dan mengahangatkan dengan api unggun. Di sini kami bertemu bapak penjaga dan bapak yang menjadi tour guide para turis. Kami pun berbincang - bincang dengan mereka menghabiskan waktu sembari menunggu terbukanya portal menuju Gunung Bromo. Dari perbincangan ini, rupanya kami tidak sendirian mendaki ke sini, banyak juga orang yang ikut mendaki, seperti turis - turis dari Australia, dan tidak ketinggalan turis dalam negeri.

Sekitar pukul 03.00 kami pergi ke kedai kopi untuk memakan mie kuah yang panas dan minukm kopi panas tentunya. Ini bertujuan mengahangatkan badan dan menambah stamina untuk mendaki lagi. Pendakian kali ini sangat tinggi dan curam sekali. Setelah mengisi perut, rasanya badan mulai hangat dan stamina mulai pulih kemabali. Sekitar pukul 03.45, kami bersiap, dan langsung berangkat sembari pamitan dengan bapak - bapak tadi. Oh ya, jam segini tempat ini mulai rame, karena semua manusia yang menginap di sini sudah bangun dan bersiap untuk naik, mereka pun bertujuan sama dengan kami, yaitu berangkat ke Penanjakkan dahulu untuk melihat sunrise. Akhirnya kami pun berangkat. Di dalam gelapnya pagi, kami melintasi padang pasir yang begitu berat terasa untuk dilewati. Bagaimana tidak, seluruh ban motor kami tidak di desain untuk melewati padang pasir ini, jelas saja motor kami selap selip di sini. Dengan bersusah payah dan mengusung jiwa adventurer, kami pun bersemangat melewati padang pasir ini, berat sekali rasanya. Dengan usaha yang keras, akhirnya tiba di penghujung padang pasir dan menemuia jalan aspal. Nah, rintangan kali ini lebih berat lagi, walaupun tadi padang pasir yang membuat selip motor, namun jalan yang dilalui datar - datar saja, nah sekarang jalan yang dilalui dangat curam mendaki ke atas. Motor kami pun berjuang mengangkat para driver nya untuk ke atas. Untuk motor yang saya tunggangi, tidak jadi masalah, karena mengusung mesin berkapasitas 250 cc, tetapi motor yang lain hanya mengusung mesin sebesar 125 cc. Tapi, menurut temas saya sih motor 125 cc untuk menanjaki jalan curam seperti ini tidak apa - apa , malah sudah lebih dari cukup, namun ini ada yang tidak beres. Mengapa motor bermesin 125 cc tidak ada tarikannya ketika naik ke atas ?? Kami pun mencurigai pom bensin tadi, bahwa bensin yang ada di sana telah dicampur dengan air yang berlebih. Benar saja, ketika motor salah satu teman saya naik dengan menggunakan gas yang besar dan pada rotasi gigi satu, knalpot belakangnya seringkali mengeluarkan bunga api dan seperti menembak - nembakkan sesuatu. Ini disimpulkan oleh taman saya yang pakar motor bahwa pembakaran di mesin tidak sempurna, karena bensin tadi tidak murni bensinm 100%, tetapi ada campuran airnya sehingga mesin mengeluarkan letupan yang bertujuan mengeluarkan air tersebut dan berimbas pada pengapian mesin dan juga kinerja mesin tersebut. Dengan bersusah payah kami membantu mendorong motor - motor yang tidak kuat naik. Kami pun berganti formasi, saya membawa motor yang tidak kuat naik tadi tanpa boncengan, sedangkan motor yang 250 cc tadi membawa teman saya yang cenderung berat, dan motor satunya lagi membawa teman saya yang ringan. Formasi ini berhasil, walaupun tenaga motor tetap tidak ada, walaupun begitu, motor masih bisa dijalankan dan akhirnya kami tiba di tempat tujuan sekitar pukul 05.00. Kami pun bergegas parikir motor, dan naik ke atas untuk melihat sunrise di atas. Ternyata sesampainya di atas, sudah banyak orang - orang yang ada di sana, Saya tidak menyangka juga, rupanya mereka pergi lebih pagi dari kami, dan juga mereka tidak menderita seperti kami, karena mereka menyewa mobil Jeep yang notebene kuat di daerah seperti ini, tetapi ini pengalaman yang luar biasa. Setibanya diatas, saya tidak lupa membuncahkan hobi fotografi saya, dan mengabadikan momen - momen yang menarik. Ini beberapa foto dari banyak foto yang saya ambil :













Akhirnya, selesai juga perjalanan kami kali ini. Setelah itu semua di atas, kami langsung bergegas pulang. Tak ada yang spesial sewaktu pulang untuk diceritakan, karena semua sudah pada ngantuk. Semoga cerita ini menginspirasi anda menjadi jiwa adventurer, sebagaimana kami telah mencoba nya. Victory !!!
Kampanye Calon Presiden BEM ITS di Kantin Pusat
Diposting oleh TiT!< TeranG™ | Selasa, Mei 06, 2008 | 0 komentar »
Sekitar jam 09.45 saya dan teman - teman menuju kantin pusat untuk mengisi perut karena memang belum sarapan pagi ini dan juga telah lelah karena barusan TPB dari pagi tadi. Ketika saya tiba di kantin pusat, saya sedikit terheran ketika melihat salah satu senior saya yang mencalonkan diri sebagai calon presiden BEM ITS, berada di kantin pusat bersama tiga rekannya yang juga mencalonkan diri menjadi calon presiden BEM ITS. Tapi rasa lapar saya mengalahkan rasa heran saya tersebut. Tidak berpikir dua kali, saya bersama teman - teman langsung saja mencari tempat duduk yang strategis dan memesan makanan. Saat itu saya mengambil menu soto ayam dan minuman es jeruk. Asik juga rasanya mengenang masa - masa awal saya memasuki ITS, ketika itu menu yang pertama kali saya makan di kantin pusat adalah soto ayam dan es jeruk. Sambil berbincang - bincang bersama teman - teman, tak terasa waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 dan makanan pun sudah pindah ke perut semua. Tak berapa lama pun saya mendengar beberapa teriakan orasi dari depan kantin pusat (pada saat itu saya dan teman - teman duduk di belakang). Saya beserta teman - teman pun bertanya - tanya, sebenarnya ada apa? Dan ternyata, pada saat itu adalah jadwal kampanye para calon presiden BEM ITS yang memang diadakan di kantin pusat. Saya dan teman - teman bergegas ke depan kantin dan melihat kampanye mereka.Cerita sedikit, calon presiden BEM ITS sendiri untuk pemerintahan 2008/2009 berjumlah empat orang, dan diantaranya adalah senior saya angkatan 2005, dan juga ada sedikit warna pada calon - calon kalo ini, yaitu adanya seorang wanita yang mencalonkan diri sebagai calon presiden BEM ITS, wanita itu adalah mbak Nora dari jurusan Teknik Sipil ITS. Orasi dimulai dari calon nomor satu, yaitu mas Adit dari jurusan Teknik Kimia ITS, kemudian berlanjut ke nomor dua, mas Bijak dari jurusan Teknil Elektro ITS, lalu mbak Nora, dan terakhir mas Aris dari jurusan Teknik Informatika ITS. Yang saya soroti adalah mbak Nora, di sini ia memproklamirkan Angel of Change, dimana wanita - wanita ITS tidak selalu menyokong para lelaki, namun bisa menjadi pemimpin dan memang mampu memberi perubaha ITS ke yang lebih baik. Kampanye kali ini berlangsung sangat seru, lebih - lebih lagi pada saat sesi tanya jawab antar mahasiswa - mahasiswa yang ada di kantin pusat.
Pada saat sisi ini, banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang memang menguji kapabilitas dari keempat calon ini. Pertanyaan yang soroti adalah pertanyaan dari seorang mahasiswa yang menanyakan bahwa bagaimana pembelaan dan perjuangan keempat calon ini tentang komersialisai pendidikan, dimana mahasiswa ini menanyakan, apakah calon - calon ini bersedia di skorsing bahkan di DO demi memperjuangkan penolakan terhadap komersialisasi pendidikan. Dan yang saya soroti lagi adalah pertanyaan yang berisi tentang arti dari presiden itu sendiri, arti dari BEM itu sendiri, dan ari dari Presiden BEM itu sendiri, karena menurutnya calon - calon tersebut bisa saja pandai bermain kata, namun arti dari hal tersebut itu tidak tahu. Dan juga ada mahasiswa yang mengkritisi kebijakan BEM pada pemerintahan sebelumnya yang katanya bukan BEM, tetapi BER (Badan Eksekutif Rektorat). Saya mencoba mencerna hal ini, dan kalo dipikir - pikir ada benar nya juga, pemerintahan BEM terdahulu terlalu tunduk kepada kebijakan rektorat, padahal sejatinya BEM adalah badan eksekutif mahasiswa, yang mana ia haru membela kepentingan mahasiswa bukan hanya mengedepankan perintah dari birokrasi atasan. Kampanye dituutp dengan pertanyaan tentang kepentingan mereka, apakah para calon - calon ini mementingkan pencitraan mereka sebagai presiden BEM, atau kesejatian mereka menjadi presiden BEM. Acara ini ditutup dengan orasi terakhir, atau dengan kata lain ditutup dengan perkataan yang persuasif yang intinya memilih diri merekan menjadi presiden BEM ITS pada periode kali ini.
Penilaian saya secara objektif maupun subjektif adalah bahwa keempat calon presiden BEM ITS kali ini pasti dan sesungguhnya menginginkan perubahan pada tubuh ormawa sendiri, yang dimana selama ini ormawa - ormawa yang ada di ITS terlalu menyibukkan dan meninggikan arogansi nya, bukan meninggikan sifat kebanggaannya menjadi satu civitas akademika ITS. Dan yang penting adalah keempat calon ini adalah calon terbaik yang dimilikai mahasiswa ITS, karena mereka setidaknya telah membuktikan bahwa mereka berani untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden BEM yang berikutnya, dan merek juga berani untuk akan melakukan perubahan dalam tubuh elemen BEM itu sendiri.
Mengutip salah satu kata - kata mutiara dari senior saya :
dikutip dari : Mas Mustofa e45
Selama jiwa belum lepas dari raga, selama kaki belum menginjak pintu surga, haram hukumnya bagi mahasiwa untuk berputus asa
Cerita ini bermula dari virus flu yang menyebar di rumah ku. Pada minggu sebelumnya, Bunda terserang virus ini. Awalnya sih biasa, bersin - bersin dan hidung rasanya buntu. Trus berlanjut ke hari berikutnya, ketika Bunda terserang demam yang sangat tinggi. Badannya menggigil tak karuan, panasnya tinggi sekali. Bisa dihitung rasanya bersin - bersinnya, klo di bandingkan, 1 menit bisa 3 - 4 kali bersin deh. Bunda sudah minum obat yang memang meredakan penyakit bersin - bersin, hidung tersumbat, dan demam. Pada hari brikutnya, demam dan bersin - bersin yang diderita Bunda mulai reda, namun efek sampingnya adalah kepala menjadi pusing. Setelah saya tanya, pusing nya ga kauan katanya, semua kepalanya serasa ditekan sama palu, he3x. Hal ini terus berlanjut pada hari berikutnya, namun mulai reda, dan berlanjut selama lebih kurang seminggu, akhirnya Bunda sudah memasuki tahap pemulihan dari sakitnya.Namun cerita belum selesai, korban selanjutnya adalah Sandi, ia adalah adikku yang paling kecil. Saya tidak tahu pasti kejadiannya, karena pada waktu itu saya kembali ke kos - kos ku. Tapi, namanya ia anak kecil, sakit ga sakit, tetap aja lucu, dan orang dewasa pun pasti ingin menggendongnya. Nah, hal itu terjadi pada ku, sabtu minggu saya pulang ke rumah, dan bersenda gurau bersamanya, saya memang tidak peduli pada penyakit flu yang dideritanya. Terlihat sekali bahwa ia sering bersin - bersin, dan hidunya mengeluarkan ingus terus menerus, namun saya sih tetap cuek.
Dan akhirnya...
Virus itu terbang menghampiri saya..
Awalnya pada minggu malam, sewaktu saya tidur, saya sudah tidak lagi nyaman, karena semalaman saya bersin - bersin selama tidur. Otomatis saya bangun pagi - pagi sekali. Bunda sudah tau bahwa saya terserang virus flu ini, dan ia menyarankan saya minum obta. Tapi dasar saya yang rada bandel dan males minum obta, saya tidak mengiktu apa yang dikatakan Bunda. Setelah bersiap - siap, saya pun berangkat kuliah. Setibanya di kuliah, saya merasa badan ini tidak enak, hidung pun terus gatel dan mengaluarkan ingus, saya pun berkali - kali bersin - bersin. Ketika perkuliahan dimulai, saya tidak bisa mengikutu dengan baik perkuliahan itu, karena virus tersebut sudah menjala ke bagian kepala saya, kepala saya terasa dipukul - pukul palu, dan saya teringat Bunda dahulu. Setelah perkuliahan selesai, saya langsung menuju tempat dimana teman - teman berkumpul. Namun mulai jam 11, saya sudah tidak karuan, kepala pusing, bersin - bersin, badan demam, pokoknya badan ini rasanya tidak enak. Saya pun meminta salah satu teman saya untuk mengantarkan saya ke kos - kosan untuk meminum obat dan beristirahat sejenak menunggu jam 12, karena masih ada perkuliahan.
Jam 12 pun tiba, saya terbangun dan langsung bergegas berangkat untuk kuliah. Dan lagi - lagi pada kuliah ini saya tidak bisa mengikuti, mata saya rasanya berat sekali untu dibuka, serasa ada beban yang besar menggantung. Hal ini saya tahanka selama 1 jam lebih, tau sendiri rasanya. Lagipula, di kelas ini udara nya sangat dingin, ga tau mungkin AC nya terlalu di set dingin, padahal saya sudah menggunakan jaket. Setelah perkuliahan selesai, saya pun meminta teman saya mengantarkan saya pulang ke kos - kos an. Setibanya di kos - kos an saya langsung jatuh di temap tidur saya, saya masih menggunakan jaket dan kaos kaki. Saya tertidur hingga jam 4 sore. Setelah terbangun, sakit saya makin parah, rasanya menggigil, suhu bandan saya tak tahu lagi sudah menjadi berapa. Rasanya badan ini panas sekali. Tak lupa, kepala juga rasanya mau pecah. Duh, pokoknya sakit banget deh. Badan saya rasanya tidak bisa digerakkan. Saya pun melepas celana jeans, jaket, dan kaos kaki saya. Setalah itu, saya kembali terlelap dalam tidur.
Sekitar jam 8 an saya terbangun, tetapi tetap saja saya belum bisa bergerak, saya meminta salah satu teman kos saya untuk membelikan makan. Setalah makanan datang, saya mencoba untu memakannya, namun mulut ini rasanya pahit sekali. Saya pun makan sebisa saya, lalu setelah itu saya minum obat lagi dan tidur kembali.
Keesekannya saya terbangun tepat jam 6 pagi, tapi lagi - lagi badan dan kepala saya tidak bisa digerakkan. Kepala terasa berat sekali, badan menggigil dansakit dimana - mana. Terpaksa pada saat itu saya ijin untuk tidak kuliah. Hari itu juga saya tidak mengikuti dua asistensi. Sekitar jam 1 an, saya memaksakan diri untuk bangun, memakai baju, dan bersiap - siap untuk pulang ke rumah, karena saya tahu bahwa kalo saja saya di rumah, pasti Bunda akan mengurus saya, tidak seperti di kos, tidak ada yang mengurus saya. Setelah bersiap - siap, saya pun berangkat menuju rumah. Saya mengendarai motor dengan pelan dan sangat hati - hati. Kepala saya masih terasa berat untuk diberdirikan, namun saya memaksa. Sekitar jam 2 saya tiba di rumah dan langsung lapor ke Bunda dan menuju kamar tidur dan tidak pikir panjang lagi saya langsung terlelap. Sekitar jam 3 an saya terbangun, saya diberi obat dan makanana, walaupun mulut terasa pahit, saya tetap mencoba untuk makan. Keesokan harinya saya masih belum bisa kulia, badan saya sudah mulai membaik, namun kepala saya tetap saja terasa sakit dan berat untuk digerakkan. Maka satu hari penuh saya istirahat di rumah. Keesokan harinya badan dan kepala mulai membaik. Dan akhirnya keesokannya saya bisa masuk kuliah, walaupun saya masih dalam tahap pemulihan.
Setelah dihitung - hitung, saya sakit mencapai 4 hari lebih. Lama juga...
Pengalaman yang dapat diambil :
Janganlah mendekati orang yang sedang terkena flu berat, siapapun ia, jagalah jarak dengannya, karena bisa jadi anda menjadi seperti saya
Kalo sakit, cepat - cepatlah pulang ke rumah, karena rumah adalah tempat pemulihan yang sangat cepat
Cepatlah menghubungi orang tua kalau anda sakit, jangan terlalu pede bisa mengatasi sendiri, karena jikalau anda melihat saya, maka anda akan dapat lebih bersyukur


















