Barusan Kena Penyakit Malasenicus Postingkantropus

Diposting oleh TiT!< TeranG™ | Minggu, April 27, 2008 | 0 komentar »

Nama penyakit tersebut saya kutip dari AyongeBlog. Lucu juga nama penyakit yang memang melanda hampir semua blogger - blogger yang baru mulai seperti saya ini. Bukan apa - apa sih, setelah saya meresmikan blog saya ini, beberapa hari kemudian saya dan teman - teman, atau pun seluruh mahasiswa ITS melaksanakan UTS. Ya terpaksa deh melupakan hobi blogging sementara.

Cerita sedikit deh keadaan saya selama UTS kemarin. Klo ditanya, gimana hasil UTS kemarin ?
Sukses apa tidak? Waduh, pertanyaan seperti itu sulit dijawab. Di satu sisi beberapa pelajaran saya sukses, dan di lain sisi pelajaran saya tidak, dan sisi lainnya belum tahu, nah lo ? He3x.. Yah, begitulah kehidupan kami sebagian besar mahasiswa teknik elektro ITS. Udah ah cerita UTS nya, buat kesel aja. Insya Allah sukses deh, amiiinn!!

Nah, kembali ke penyakit Malasenicus Postingkantrpus. Penyakit ini memang sangat merugikan, bahkan membunuh, kebanyakan blogger. Bagaimana tidak, ketika penyakit tersebut menyerang, kreatifitas yang selama ini sudah dipersiapkan lenyap seketika. Memang, namanya penyakit yang nyerempet - nyerempet kata "malas" itu sangat membunuh kreatifitas yang dikenainya. Coba saja, ketika kita bangun tidur pagi, bagaimana rasanya? Untuk tidur kembali sangat mudah bukan ? Namun jika kita menurutinya, maka apa yang terjadi hari itu ? Klo yang kuliah sih bakal terlambat kuliah, klo kena dosen yang killer, udah deh, alamat ke neraka. Nah lo ? Bahaya banget kan ni penyakit.

Untuk menghilangkan penyakit malas, memang tidak ada penawarnya. Yang ada hanylah kembali kepada diri kita masing - masing, apa memang kita mau mengembang biakkan itu penyakit dalam diri kita, atau menghilangkannya dan mengembalikan gairah hidup dan semangat untuk berkreatifitas ? Itu pilihan yang mesti kita putuskan. Memang tidak mudah untuk melakukannya, namun kenapa tidak mencoba ? Kan g ada salahnya, toh juga menghilangkan malas berpahala, bukan berdosa.

Ketika penyakit ini sudah benar - benar hilang dari diri kita, produktivitas dalam diri kita pun jangan ditanyakan lagi. Mau apa aja rasanya semangat. Nah, coba saja kalo hal ini diterapkan kepada eksekutif - eksekutif yang katanya membawa aspirasi bangsa ini. Bisa dipastikan negara ini tidak lagi menjadi negara yang katanya berkembang namun notabene jalan ditempat, namun akan menjadi negara yang makmur, dan akan mewujudkan Indonesia Adidaya 2100.

0 komentar